Negara masih melihat tanggal 1 Desember hanya dari sisi politik yaitu hari kemerdekaan Papua maka operasi intelijen dan aparat keamanan dikerahkan untuk antisipasi dan penegakan hukum. Saya apresiasi karna itu tugas negara sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Namun yang menjadi masalah adalah kenapa aparat negara ( oknum) selama ini begitu gampang menghabisi rakyat sipil kasus terakhir di Puncak Papua. Oknum pelaku terkesan dibiarkan oleh institusi dan negara seakan perbuatannya terpuji / tugas negara. Saya mau sampaikan ya keadilan hukum harus di tegakkan dan jangan pandang bulu. Rakyat sipil Papua juga warga negara Indonesia !
Di momen tanggal 1 Desember ini saya mau tegaskan kembali lagi bahwa:
- Negara segera pertimbangkan pendekatan keamanan untuk Papua bila perluh dihentikan
- Negara segera menarik seluruh pasukan non organik yang ditempatkan di beberapa wilayah seperti Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Puncak Papua.
- Proses hukum oknum aparat yang menembak mati warga sipil dan Hamba Tuhan
- Bantuan puluhan ekor babi oleh Panglima TNI di Papua diapresiasi namun saya tidak setuju kalau puluhan ekor babi ini untuk membayar kepala bagi masyarakat sipil yang di tembak oknum aparat di Papua
- Disampaikan kepada seluruh rakyat Papua agar jangan terpancing dan terprofokasi dengan kegiatan apapun tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
- Sebagai umat kristen selamat beribadah , 1 Desember hari gerban natal
- Kepada masyarakat dan organisasi / LSM peduli Aids saya mau sampaikan Selamat hari Aids Sedunia
Demikian statement ini saya sampaikan kepada semua pihak agar nilai kemanusiaan diutamakan dalam tugas tanggungjawab kita masing agar Papua Tanah Damai tidak hanya menjadi sebuah kata saja. Tuhan Memberkati
Jayapura, 30 November 2020
LAURENZUS KADEPA, Anggota DPR Papua
